Pagi ini hari dibuka dengan kepala yang agak panas. Bulan puasa seharusnya emosi di rem dan mesti tidak sedikit belajar sabar, namun tetap saja rasa jengkel tidak banyak merambati hati. Seseorang mengemukakan saya dengan 'segambreng' pengakuan dan pertanyaan. Akibat mempraktekkan resep nastar dari suatu akun IG yang familiar suka share resep di postingannya dan akun tersebut menyematkan source resep dari JTT, saat nastar yang diciptakan si Mbak ini menjadi bantat dan keras, saya ketiban pulung mesti menyatakan semua penyebabnya. Sepertinya karena dirasakan sebagai empunya resep awal, jadi saya sedikit tidak sedikit harus bertanggungjawab atas kegagalan tersebut. Padahal si Mbak ini sama sekali tidak menyimak resep nastar pribumi yang terdapat di JTT.
Hal kesatu yang saya lakukan ialah memberikan instruksi, "Lihat resep nastar lumer di mulut di blog JTT dan komentar-komentar disana. Googling saja resepnya Mbak." Namun jawaban itu ternyata tidak cukup memuaskan sebab pertanyaan selanjutnya datang bertubi-tubi. Di tengah kegiatan kantor yang sedang banyak-banyaknya, darurat pertanyaan itu tidak saya acuhkan. Ini diluar habit, karena seringkali sebisa mungkin andai mempunyai waktu saya berjuang menjawab pertanyaan yang masuk ke akun Instagram JTT. Namun kali ini saya menyerah. ^_^
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Mencari resep yang tidak sedikit bersliweran di Instagram memang paling mudah, lumayan sedikit sentuhan dan seluruh resep itu langsung bermunculan. Tapi Instagram bukanlah website, bukanlah blog, dimana informasi dan gambar yang diserahkan terbatas. Jarang sekali empunya akun akan menyerahkan gambar rinci step by step atau tips komplit supaya kue yang diciptakan sukses. Resep dan instruksi yang diserahkan ringkas, padat, sebab siapa sih yang mau mengetik panjang kali lebar di media sosial yang memang sejatinya ditujukan guna berbagi potret tersebut? Untuk pemula yang baru mencoba menciptakan kue-kue sendiri di rumah, saya sama sekali tidak merekomendasikan mengupayakan resep disana. Bahkan saat tabloid Bintang mewawancarai saya sejumlah bulan yang lalu, mereka mengemukakan pertanyaan, "Apakah resep JTT pun dishare di Instagram?" Dan jawaban saya merupakan, "Tidak. Instagram memang media yang bagus guna berbagi potret tapi seluruh resep, rinci gambar, dan step by step prosesnya hanya dapat diakses di blog."
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Mengapa saya sesaklek itu? Betapa banyaknya saya menerima komentar plus keluhan dan pertanyaan yang sama dari pengunjung di Instagram, dan saya tetap 'keukeuh' dengan keputusan tersebut. Just Try & Taste ialah blog guna berbagi resep, tips, informasi, serta barangkali sarana belajar untuk mereka yang masih pemula. Di blog ini saya dapat memasukkan tidak sedikit sekali informasi tentang proses memasak dan tantangan yang dihadapi yang tidak akan dapat saya berikan di Instagram secara tuntas. Harapan saya ialah agar pembaca dapat sukses mencobanya, dan rasa masakannya sama laksana yang saya buat, kalau dapat justru lebih enak.
Saya dapat membayangkan, seseorang yang baru belajar memasak, mempunyai segunung motivasi dan harapan sebab membayangkan hasil masakannya bakal dinikmati keluarga, mesti selesai kecewa saat mengalami 'gatot', alias tidak berhasil total. Saya tidak berkata mengenai biaya, tenaga, dan waktu sebab ketiga hal tersebut pastinya sudah dianggarkan sebelum kita mengupayakan satu resep. Hal yang saya concerned ialah semangat yang pupus. Ketika rasa kecewa melanda maka seringkali kita tak mau untuk mengupayakan kembali. Enggan mengupayakan berarti ilmu yang tertunda, skill memasak yang tak kunjung membaik, dan peluang yang hilang. Alangkah sayangnya.
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang ^_^
Sekarang jajaki bayangkan andai kondisinya dibalik. Saat kita energik hendak belajar memasak, kita mengejar resep tokcer. Resep itu detail, lengkap, disertai gambar, tips, informasi dan ratusan komentar yang telah mencobanya, sampai-sampai ketika diusahakan langsung berhasil dalam satu kali kesempatan. Saya yakin, tentu setelah kesuksesan itu akan timbul kemauan untuk mengupayakan resep-resep lainnya, dan tahu-tahu anda menjadi lumayan mahir memasak. Teman, tetangga, saudara dan orang disekitar yang ikut mencicipinya lantas memesan dan order juga mulai bermunculan. Termotivasi, gembira dengan hasilnya, ilmu bertambah, plus rejekipun datang. Itu lah dalil utama kenapa saya tidak berbagi resep di Instagram, dan saya pun tidak merekomendasikan pemula guna mempraktekkan resep dari sana tanpa guidance yang cukup. Dengan suatu resep rinci sekalipun terkadang anda tetap menemukan kegagalan saat mencobanya, lagipula resep singkat tanpa gambar yang jelas. Kecuali andai jam terbang memasak kita lumayan tinggi dan memang yakin sekali dengan hasilnya, maka saya persilahkan guna mencobanya.
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Wokeh saya akhiri curhat hari ini, sekarang mengarah ke ke resep rendang yang di-posting kali ini. Jika di gambar proses tampak saya memasak dalam porsi yang luar biasa tidak sedikit itu sebab saya memang membuatnya guna tiga kilogram daging sapi. Jika mengharapkan porsi lebih tidak banyak maka porsi bumbu bermukim dikurangi saja cocok dengan jumlah kilogram daging sapi yang bakal dimasak. Nah tantangan utama andai memasak rendang di rumah, menurut empiris saya pribadi, ialah daging yang hancur kala rendang sudah matang. Matang disini berarti kuah menjadi kering tuntas, dan warna rendang pulang menjadi coklat kehitaman.
Umumnya tersebut terjadi saat memasak daging dalam santan yang berliter-liter. Seperti yang anda tahu rendang identik dengan pemakaian santan yang banyak, karena tersebut kunci rendang menjadi gelap warnanya. Ketika santan mengering, maka daging menjadi super lunak dan tercerai berai antar seratnya. Terus cerah saya sebetulnya tidak terlampau bermasalah dengan situasi ini sebab membuat rasa rendang menjadi sedap, daging dan bumbu menyatu. Tapi bila kamu hendak menghidangkannya pada suatu acara maka tampilan seperti tersebut tentunya tidak cukup mengesankan, plus si tamu menjadi bingung kala menyendoknya sebab potongan daging sudah hilang bentuknya.
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Kendala lainnya merupakan, panci memasak rendang yang saya pakai tercipta dari baja tebal yang menyimpan panas tinggi. Bahkan saat api kompor sudah dimatikan sekalipun masakan masih menggelegak mendidih selama sejumlah menit. Panci ini memang mantap guna mengempukkan masakan, tetapi tidak saat harus memasak daging berjam-jam dalam santan yang banyak. Nah sebab alasan-alasan itu maka pada resep kali ini saya juga merubah prosesnya. Jika seringkali potongan daging sapi mentah langsung dicemplungkan kedalam kuah dan dimasak, kali ini saya menggorengnya sebentar tanpa minyak di panci anti lengket sampai permukaannya kecoklatan. Cara ini selain menciptakan rasa daging menjadi gurih sebab proses browning yang bersangkutan dengan reaksi Maillard (reaksi kimia yang terjadi antara asam amino dan pengurangan gula kala makanan terpanggang yang akan menyerahkan rasa dan wewangian yang khas), pun membuat permukaan daging menjadi lebih firm.
Cara lainnya ialah dengan memasak santan kental bareng tumisan bumbu sampai santan mulai tampak menerbitkan minyak dan menciut volumenya baru lantas potongan daging dimasukkan. Jadi santan diserahkan kesempatan untuk menyusun minyak dan berkurang kandungan airnya, sampai-sampai daging tidak gampang menjadi hancur kala dimasak bersamanya. Dengan teknik ini kita dapat mengatur tingkat keempukan daging yang diinginkan. Ketika santan sudah mengering dan daging masih belum lunak maka tambahkan tidak banyak air panas mendidih dan masak sampai daging lunak sesuai keinginan. Hasil akhir rendang kali ini paling memuaskan, potongan daging tidak hancur, tetap utuh dan adik saya, Wiwin, menyerahkan komentar puas kala rendang saya antar memakai GoJek ke rumahnya dua minggu lalu. Weekend ini saya mesti menciptakan rendang lagi guna persiapan Lebaran. Tobat!
Berikut resep dan prosesnya ya.
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Rendang 'Nendang' Made by Endang - Indonesian Beef Rendang
Resep hasil modifikasi sendiri
Untuk 3 kg daging sapi (for 3 kg of beef)
Tertarik dengan resep daging sapi lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Lapis Daging a la My Mom
Tongseng Kambing Favorit Abang
Soto Daging Betawi ala Pak Kustandi
Bahan dan bumbu (Ingredients and spices):
- 3 kg daging sapi, potong cocok selera (3 kg of beef, cut into 3 x 5 cm)
- 5 - 6 butir kelapa tua, peras santan kentalnya (2,5 liter santan) (6 cups of thick can coconut milk)
- 10 buah kentang, bahas dan potong cocok selera (atau pakai kentang rendang yang mempunyai butiran kecil) (10 medium size potatoes, cut into 4 x 4 cm)
- 8 sendok santap kelapa parut, sangrai sampai coklat gelap (8 tablespoon of grated coconut)
- 3 eksemplar daun kunyit, rajang sehalus barangkali (3 turmeric leaves, slice into thin ribbons)
- 5 eksemplar daun jeruk purut, sobek kasar (5 kaffir lime leaves, torn)
- 4 eksemplar daun salam (4 Indonesian bay leaf/salam leaf, substitute to bay leaf)
- 4 cm lengkuas, belah dua memanjang dan memarkan (4 cm crushed fresh galangal)
- 3 batang serai memarkan (3 lemongrass stalks, crushed)
- 2 batang kayu manis, setiap sepanjang 5 cm (2 cinnamon sticks, 5 cm each)
- 2 keping asam kandis (2 tablespoon tamarind paste)
- 5 sendok santap minyak guna menumis (5 tablespoon cooking oil for sauteing the spices)
Bumbu dihaluskan (ground the spices until smooth thick paste):
- 15 siung bawang putih (15 cloves of garlic)
- 25 siung bawang merah (25 small shallots, substitute to 3 yellow onions)
- 600 gram cabai merah keriting (600 grams of red chili peppers)
- 2 sendok santap ketumbar sangrai bubuk (2 tablespoon roasted coriander seeds)
- 1 sendok teh jintan bubuk (1 teaspoon roasted cumin)
- 5 cm kunyit (5 cm fresh turmeric)
- 4 cm jahe (4 cm fresh ginger)
- 3 batang serai, ambil unsur putihnya, rajang halus (3 stalks of lemongrass, white part only and thinly slice)
- 2 buah pala (1 tablespoon of nutmeg powder)
- 9 butir cengkeh (9 whole cloves)
- 6 buah kembang lawang (6 star anise)
- 6 buah kapulaga Jawa (6 black or green cardamom)
- 3 sendok teh merica bubuk (3 teaspoon white pepper powder)
Bumbu lainnya (other ingredients):
- 2 sendok santap garam (2 tablespoon of salt)
- 2 sendok santap gula jawa, sisir halus (2 tablespoon of brown sugar)
Persiapan (preparation):
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Siapkan kelapa parut, ambil beberapa kelapa dari parutan kelapa sebelum diperas menjadi santan. Sangrai kelapa di wajan (tanpa minyak) dengan api sedang sampai berubah kering, dan coklat gelap. Gunakan api sedang saja dan aduk-aduk terus sekitar kelapa disangrai supaya tidak gosong dan menciptakan masakan menjadi pahit.
Angkat dan biarkan dingin. Blender atau haluskan kelapa sangrai dengan cobek sampai lumat dan halus. Jika blender sulit gerak tambahkan air tidak banyak selama proses. Sisihkan
Siapkan potongan daging sapi yang sudah dibersihkan dan ditiriskan sampai airnya tidak menetes lagi. Siapkan panci atau wajan anti lengket, panaskan. Goreng daging (tanpa minyak), dengan api sedang sampai permukaannya kecoklatan. Balik-balikkan daging sekitar digoreng. Jika permukaannya telah coklat, angkat dan sisihkan.
Note:
Daging akan menerbitkan cairan tidak sedikit saat mula digoreng, terus masak hingga daging kering dan permukaannya mulai kecoklatan. Panci/wajan bekas menggoreng daging usahakan tidak butuh dicuci, anda akan menggunakannya guna menumis bumbu. Bekas lemak terpanggang saldo menggoreng daging akan menciptakan masakan menjadi lebih sedap.
Siapkan kentang, sebab saya memakai kentang besar maka kentang saya bahas dan potong-potong ukuran besar. Goreng kentang sampai coklat matang. Jika memakai kentang kecil eksklusif rendang maka tidak perlu bahas kulitnya dan goreng juga sampai matang. Menggoreng kentang tujuannya agar kentang tidak hancur saat dimasak di dalam rendang.
Translate:
Place 8 tablespoons grated coconut in a large skillet. Cook over medium heat, stirring frequently, until the flakes are mostly dark brown. Be careful not to burn your coconut or it will be bitter. Set aside. Let it cool completely. Put toasted coconut in a coffee grinder or a blender, and process until smooth.
Place 1 tablespoon cooking oil in a large pan or skillet on medium heat. Increase the heat to high/med-high and add the beef. You want to cook the beef quickly, browning on each side, so the temperature needs to be high enough to brown the beef. You may need to work in batches. Set aside.
Fry the potatoes until golden brown. Set aside.
Hal kesatu yang saya lakukan ialah memberikan instruksi, "Lihat resep nastar lumer di mulut di blog JTT dan komentar-komentar disana. Googling saja resepnya Mbak." Namun jawaban itu ternyata tidak cukup memuaskan sebab pertanyaan selanjutnya datang bertubi-tubi. Di tengah kegiatan kantor yang sedang banyak-banyaknya, darurat pertanyaan itu tidak saya acuhkan. Ini diluar habit, karena seringkali sebisa mungkin andai mempunyai waktu saya berjuang menjawab pertanyaan yang masuk ke akun Instagram JTT. Namun kali ini saya menyerah. ^_^
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Mencari resep yang tidak sedikit bersliweran di Instagram memang paling mudah, lumayan sedikit sentuhan dan seluruh resep itu langsung bermunculan. Tapi Instagram bukanlah website, bukanlah blog, dimana informasi dan gambar yang diserahkan terbatas. Jarang sekali empunya akun akan menyerahkan gambar rinci step by step atau tips komplit supaya kue yang diciptakan sukses. Resep dan instruksi yang diserahkan ringkas, padat, sebab siapa sih yang mau mengetik panjang kali lebar di media sosial yang memang sejatinya ditujukan guna berbagi potret tersebut? Untuk pemula yang baru mencoba menciptakan kue-kue sendiri di rumah, saya sama sekali tidak merekomendasikan mengupayakan resep disana. Bahkan saat tabloid Bintang mewawancarai saya sejumlah bulan yang lalu, mereka mengemukakan pertanyaan, "Apakah resep JTT pun dishare di Instagram?" Dan jawaban saya merupakan, "Tidak. Instagram memang media yang bagus guna berbagi potret tapi seluruh resep, rinci gambar, dan step by step prosesnya hanya dapat diakses di blog."
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Mengapa saya sesaklek itu? Betapa banyaknya saya menerima komentar plus keluhan dan pertanyaan yang sama dari pengunjung di Instagram, dan saya tetap 'keukeuh' dengan keputusan tersebut. Just Try & Taste ialah blog guna berbagi resep, tips, informasi, serta barangkali sarana belajar untuk mereka yang masih pemula. Di blog ini saya dapat memasukkan tidak sedikit sekali informasi tentang proses memasak dan tantangan yang dihadapi yang tidak akan dapat saya berikan di Instagram secara tuntas. Harapan saya ialah agar pembaca dapat sukses mencobanya, dan rasa masakannya sama laksana yang saya buat, kalau dapat justru lebih enak.
Saya dapat membayangkan, seseorang yang baru belajar memasak, mempunyai segunung motivasi dan harapan sebab membayangkan hasil masakannya bakal dinikmati keluarga, mesti selesai kecewa saat mengalami 'gatot', alias tidak berhasil total. Saya tidak berkata mengenai biaya, tenaga, dan waktu sebab ketiga hal tersebut pastinya sudah dianggarkan sebelum kita mengupayakan satu resep. Hal yang saya concerned ialah semangat yang pupus. Ketika rasa kecewa melanda maka seringkali kita tak mau untuk mengupayakan kembali. Enggan mengupayakan berarti ilmu yang tertunda, skill memasak yang tak kunjung membaik, dan peluang yang hilang. Alangkah sayangnya.
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang ^_^
Sekarang jajaki bayangkan andai kondisinya dibalik. Saat kita energik hendak belajar memasak, kita mengejar resep tokcer. Resep itu detail, lengkap, disertai gambar, tips, informasi dan ratusan komentar yang telah mencobanya, sampai-sampai ketika diusahakan langsung berhasil dalam satu kali kesempatan. Saya yakin, tentu setelah kesuksesan itu akan timbul kemauan untuk mengupayakan resep-resep lainnya, dan tahu-tahu anda menjadi lumayan mahir memasak. Teman, tetangga, saudara dan orang disekitar yang ikut mencicipinya lantas memesan dan order juga mulai bermunculan. Termotivasi, gembira dengan hasilnya, ilmu bertambah, plus rejekipun datang. Itu lah dalil utama kenapa saya tidak berbagi resep di Instagram, dan saya pun tidak merekomendasikan pemula guna mempraktekkan resep dari sana tanpa guidance yang cukup. Dengan suatu resep rinci sekalipun terkadang anda tetap menemukan kegagalan saat mencobanya, lagipula resep singkat tanpa gambar yang jelas. Kecuali andai jam terbang memasak kita lumayan tinggi dan memang yakin sekali dengan hasilnya, maka saya persilahkan guna mencobanya.
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Wokeh saya akhiri curhat hari ini, sekarang mengarah ke ke resep rendang yang di-posting kali ini. Jika di gambar proses tampak saya memasak dalam porsi yang luar biasa tidak sedikit itu sebab saya memang membuatnya guna tiga kilogram daging sapi. Jika mengharapkan porsi lebih tidak banyak maka porsi bumbu bermukim dikurangi saja cocok dengan jumlah kilogram daging sapi yang bakal dimasak. Nah tantangan utama andai memasak rendang di rumah, menurut empiris saya pribadi, ialah daging yang hancur kala rendang sudah matang. Matang disini berarti kuah menjadi kering tuntas, dan warna rendang pulang menjadi coklat kehitaman.
Umumnya tersebut terjadi saat memasak daging dalam santan yang berliter-liter. Seperti yang anda tahu rendang identik dengan pemakaian santan yang banyak, karena tersebut kunci rendang menjadi gelap warnanya. Ketika santan mengering, maka daging menjadi super lunak dan tercerai berai antar seratnya. Terus cerah saya sebetulnya tidak terlampau bermasalah dengan situasi ini sebab membuat rasa rendang menjadi sedap, daging dan bumbu menyatu. Tapi bila kamu hendak menghidangkannya pada suatu acara maka tampilan seperti tersebut tentunya tidak cukup mengesankan, plus si tamu menjadi bingung kala menyendoknya sebab potongan daging sudah hilang bentuknya.
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Kendala lainnya merupakan, panci memasak rendang yang saya pakai tercipta dari baja tebal yang menyimpan panas tinggi. Bahkan saat api kompor sudah dimatikan sekalipun masakan masih menggelegak mendidih selama sejumlah menit. Panci ini memang mantap guna mengempukkan masakan, tetapi tidak saat harus memasak daging berjam-jam dalam santan yang banyak. Nah sebab alasan-alasan itu maka pada resep kali ini saya juga merubah prosesnya. Jika seringkali potongan daging sapi mentah langsung dicemplungkan kedalam kuah dan dimasak, kali ini saya menggorengnya sebentar tanpa minyak di panci anti lengket sampai permukaannya kecoklatan. Cara ini selain menciptakan rasa daging menjadi gurih sebab proses browning yang bersangkutan dengan reaksi Maillard (reaksi kimia yang terjadi antara asam amino dan pengurangan gula kala makanan terpanggang yang akan menyerahkan rasa dan wewangian yang khas), pun membuat permukaan daging menjadi lebih firm.
Cara lainnya ialah dengan memasak santan kental bareng tumisan bumbu sampai santan mulai tampak menerbitkan minyak dan menciut volumenya baru lantas potongan daging dimasukkan. Jadi santan diserahkan kesempatan untuk menyusun minyak dan berkurang kandungan airnya, sampai-sampai daging tidak gampang menjadi hancur kala dimasak bersamanya. Dengan teknik ini kita dapat mengatur tingkat keempukan daging yang diinginkan. Ketika santan sudah mengering dan daging masih belum lunak maka tambahkan tidak banyak air panas mendidih dan masak sampai daging lunak sesuai keinginan. Hasil akhir rendang kali ini paling memuaskan, potongan daging tidak hancur, tetap utuh dan adik saya, Wiwin, menyerahkan komentar puas kala rendang saya antar memakai GoJek ke rumahnya dua minggu lalu. Weekend ini saya mesti menciptakan rendang lagi guna persiapan Lebaran. Tobat!
Berikut resep dan prosesnya ya.
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Rendang 'Nendang' Made by Endang - Indonesian Beef Rendang
Resep hasil modifikasi sendiri
Untuk 3 kg daging sapi (for 3 kg of beef)
Tertarik dengan resep daging sapi lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Lapis Daging a la My Mom
Tongseng Kambing Favorit Abang
Soto Daging Betawi ala Pak Kustandi
Bahan dan bumbu (Ingredients and spices):
- 3 kg daging sapi, potong cocok selera (3 kg of beef, cut into 3 x 5 cm)
- 5 - 6 butir kelapa tua, peras santan kentalnya (2,5 liter santan) (6 cups of thick can coconut milk)
- 10 buah kentang, bahas dan potong cocok selera (atau pakai kentang rendang yang mempunyai butiran kecil) (10 medium size potatoes, cut into 4 x 4 cm)
- 8 sendok santap kelapa parut, sangrai sampai coklat gelap (8 tablespoon of grated coconut)
- 3 eksemplar daun kunyit, rajang sehalus barangkali (3 turmeric leaves, slice into thin ribbons)
- 5 eksemplar daun jeruk purut, sobek kasar (5 kaffir lime leaves, torn)
- 4 eksemplar daun salam (4 Indonesian bay leaf/salam leaf, substitute to bay leaf)
- 4 cm lengkuas, belah dua memanjang dan memarkan (4 cm crushed fresh galangal)
- 3 batang serai memarkan (3 lemongrass stalks, crushed)
- 2 batang kayu manis, setiap sepanjang 5 cm (2 cinnamon sticks, 5 cm each)
- 2 keping asam kandis (2 tablespoon tamarind paste)
- 5 sendok santap minyak guna menumis (5 tablespoon cooking oil for sauteing the spices)
Bumbu dihaluskan (ground the spices until smooth thick paste):
- 15 siung bawang putih (15 cloves of garlic)
- 25 siung bawang merah (25 small shallots, substitute to 3 yellow onions)
- 600 gram cabai merah keriting (600 grams of red chili peppers)
- 2 sendok santap ketumbar sangrai bubuk (2 tablespoon roasted coriander seeds)
- 1 sendok teh jintan bubuk (1 teaspoon roasted cumin)
- 5 cm kunyit (5 cm fresh turmeric)
- 4 cm jahe (4 cm fresh ginger)
- 3 batang serai, ambil unsur putihnya, rajang halus (3 stalks of lemongrass, white part only and thinly slice)
- 2 buah pala (1 tablespoon of nutmeg powder)
- 9 butir cengkeh (9 whole cloves)
- 6 buah kembang lawang (6 star anise)
- 6 buah kapulaga Jawa (6 black or green cardamom)
- 3 sendok teh merica bubuk (3 teaspoon white pepper powder)
Bumbu lainnya (other ingredients):
- 2 sendok santap garam (2 tablespoon of salt)
- 2 sendok santap gula jawa, sisir halus (2 tablespoon of brown sugar)
Persiapan (preparation):
Resep Rendang 'Nendang' Made by Endang
Siapkan kelapa parut, ambil beberapa kelapa dari parutan kelapa sebelum diperas menjadi santan. Sangrai kelapa di wajan (tanpa minyak) dengan api sedang sampai berubah kering, dan coklat gelap. Gunakan api sedang saja dan aduk-aduk terus sekitar kelapa disangrai supaya tidak gosong dan menciptakan masakan menjadi pahit.
Angkat dan biarkan dingin. Blender atau haluskan kelapa sangrai dengan cobek sampai lumat dan halus. Jika blender sulit gerak tambahkan air tidak banyak selama proses. Sisihkan
Siapkan potongan daging sapi yang sudah dibersihkan dan ditiriskan sampai airnya tidak menetes lagi. Siapkan panci atau wajan anti lengket, panaskan. Goreng daging (tanpa minyak), dengan api sedang sampai permukaannya kecoklatan. Balik-balikkan daging sekitar digoreng. Jika permukaannya telah coklat, angkat dan sisihkan.
Note:
Daging akan menerbitkan cairan tidak sedikit saat mula digoreng, terus masak hingga daging kering dan permukaannya mulai kecoklatan. Panci/wajan bekas menggoreng daging usahakan tidak butuh dicuci, anda akan menggunakannya guna menumis bumbu. Bekas lemak terpanggang saldo menggoreng daging akan menciptakan masakan menjadi lebih sedap.
Siapkan kentang, sebab saya memakai kentang besar maka kentang saya bahas dan potong-potong ukuran besar. Goreng kentang sampai coklat matang. Jika memakai kentang kecil eksklusif rendang maka tidak perlu bahas kulitnya dan goreng juga sampai matang. Menggoreng kentang tujuannya agar kentang tidak hancur saat dimasak di dalam rendang.
Translate:
Place 8 tablespoons grated coconut in a large skillet. Cook over medium heat, stirring frequently, until the flakes are mostly dark brown. Be careful not to burn your coconut or it will be bitter. Set aside. Let it cool completely. Put toasted coconut in a coffee grinder or a blender, and process until smooth.
Place 1 tablespoon cooking oil in a large pan or skillet on medium heat. Increase the heat to high/med-high and add the beef. You want to cook the beef quickly, browning on each side, so the temperature needs to be high enough to brown the beef. You may need to work in batches. Set aside.
Fry the potatoes until golden brown. Set aside.








0 komentar:
Posting Komentar